“Bakrieland Goes Green” Spirit

Sebagai bagian dari Kelompok Usaha Bakrie, sejak awal Bakrieland sudah mengenal amanah dari Bapak H. Achmad Bakrie yaitu “Setiap Rupiah yang dihasilkan oleh Bakrie harus dapat bermanfaat untuk orang banyak”. Dari situ kami memahami bahwa kinerja dan pertumbuhan ekonomi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari praktik usaha berkelanjutan. Bakrieland tidak akan bisa menghasilkan manfaat bagi para pemangku kepentingan kami bila secara ekonomi perusahaan ini tidak bertumbuh dengan baik.

Keuntungan Jangka Panjang bagi Pemegang Saham yang Dapat Diandalkan

Saat berbicara tentang keuntungan bagi pemegang saham sebuah perusahaan, banyak yang berbicara tentang nilai saham dan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA). Di tahun 2011, pergerakan nilai saham Bakrieland berkisar di antara 93 hingga 182 dan nilai penutupan di 119 dengan nilai EBITDA Rp499 miliar.

Namun Bakrieland juga percaya bahwa keuntungan jangka panjang bagi pemegang saham dapat dilihat dari keseluruhan cara bekerja perusahaan, termasuk langkah awal kami dalam penentuan untuk mengerjakan sebuah proyek. Di awal, Bakrieland sudah terlebih dahulu melihat apakah sebuah proyek memiliki tingkat hasil internal atau internal rate of return (IRR) dari proyek tersebut mencapai angka minimal 20 (dua puluh) persen.

Mendanai Perkembangan Kami

Selama tahun 2011, sumber dana Bakrieland antara lain berasal dari pinjaman Bank, institusi keuangan, dan pendanaan melalui kontraktor.

Sumber dana lain adalah obligasi, namun sepanjang tahun 2011 Bakrieland tidak menerbitkan obligasi/surat hutang baru. Pembayaran obligasi yang jatuh tempo selalu dilakukan tepat waktu dan dilaporkan secara transparan di Laporan Tahunan. Sepanjang tahun 2011 Bakrieland tidak melakukan aksi korporasi.

Per 31 Desember 2011, total penerimaan kas dari aktivitas operasi dan pendanaan adalah Rp2,704 triliun.


Memperoleh Lahan Secara Bertanggung Jawab

Di bidang properti, isu perolehan atau pembelian lahan sangat penting dan dapat menjadi batu sandungan di kemudian hari bila tidak dimulai dengan baik. Oleh karena itu, Bakrieland berprinsip memperoleh lahan tanpa adanya konflik dengan masyarakat di lokasi proyek dan area sekitarnya. Ini yang kami maksud dengan memperoleh lahan secara bertanggungjawab.

Usaha tersebut akan terkait dengan tiga hal. Pertama, kepatuhan perusahaan kepada peraturan yang berlaku terkait dengan memperoleh lahan untuk pembangunan proyek dan infrastruktur. Kedua, pembelian lahan dengan harga yang pantas dan adil bagi masyarakat yang memiliki lahan. Ketiga, dan sama pentingnya, mengakomodir keinginan non-finansial dari masyarakat yang ada.

Selama ini Bakrieland memperoleh lahan dengan memperhatikan ketiga hal di atas. Selain itu kami juga mengikuti peraturan terkait pembebasan tanah. Harga yang kami tawarkan kepada pemilik lahan juga harga yang memang pantas diterimanya. Serta kami turut memperhatikan keinginan masyarakat seperti penghormatan hak masyarakat atas tanah adat dan juga tempat ibadah.

Sebagai contoh adalah di Nirwana Bali Resort (NBR) yang mempertahankan dan melestarikan 13 pura di kawasan tersebut. Di tempat yang sama, Bakrieland juga mempertahankan lebih kurang 15 Ha sawah produktif yang pengelolaannya diserahkan kepada masyarakat sekitar NBR. Ini kami tempuh melalui dialog terus menerus dengan masyarakat, memahami kebudayaan setempat dengan mendapatkan analisa dari pihak ketiga seperti universitas dan/atau konsultan.


Melangkah ke Depan

Ke depannya guna menunjang kinerja perusahaan yang berkelanjutan, Bakrieland akan fokus kepada proyek-proyek yang akan menghasilkan manfaat secara finansial, bagi lingkungan dan juga bagi manusianya. Beberapa proyek tersebut adalah:

• Pengembangan 8 (delapan) menara rusunami untuk memenuhi target 11 menara sampai dengan 2015.
• Proyek pengadaan air di daerah Jonggol yang sudah dimenangkan pra-kualifikasinya oleh Bakrieland dan kami termasuk dalam 5 (lima) besar di tahap kualifikasi akhir. Saat ini kami sedang melakukan AMDAL, rencana mitigasi serta dampak dan pemantauan lingkungannya.
• Bakrie Tower saat ini sedang dalam proses sertifikasi green building. Sertifikasi ini bertujuan untuk memvalidasi usaha efisiensi dan pengurangan konsumsi energi yang tidak terbarukan, konservasi air serta penyediaan air baru, penerapan metode pendauran dan penggunaan ulang, serta penggunaan energi terbarukan yang telah kami jalankan. Apa yang akan kami capai di Bakrie Tower nantinya akan kami terapkan pula di proyek-proyek Bakrieland lainnya.
• Mendukung kepemilikan properti oleh pihak asing dengan mendorong perubahan Peraturan Pemerintah (PP) No. 41/1996 tentang Kepemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia. Bakrieland percaya bahwa ini justru akan meluaskan pasar hunian di Indonesia. Nilai permintaan dalam negeri untuk properti mewah akan dapat meningkat hingga Rp23,75 triliun setiap tahunnya. Cadangan devisa negara juga dapat bertambah dari USD65 miliar menjadi USD100 miliar. Industri properti Indonesia sendiri, termasuk Bakrieland, berpeluang untuk memperoleh sekitar USD3 miliar hingga USD6 miliar setiap tahunnya.