Hijau Secara Menyeluruh

Ketika Bakrieland memulai program Bakrieland Goes Green (BGG), awalnya memang sebagai sebuah program CSR, termasuk kegiatan yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan. Namun saat BGG dijadikan program inti perusahaan dalam langkah menuju keberlanjutan, maka pelestarian lingkungan harus diukur bukan hanya dari apa yang dilakukan (output) tapi juga dampak yang dihasilkan (impact).

Indikator-indikator kinerja kami dalam pengelolaan lingkungan ini ditetapkan setiap tahun berdasarkan penilaian terhadap dampak penting dari kegiatan konstruksi, pengembangan, dan operasional sesuai dengan peraturan yang berlaku. Indikator tersebut meliputi penyediaan ruang terbuka hijau (RTH), vegetasi dan penyerapan air, kualitas air, kualitas udara, pengelolaan limbah/sampah dan emisi karbon dioksida (CO2). Mulai tahun 2011, Bakrieland telah memiliki rencana dan tujuan untuk setiap indikator yang ingin kami capai dalam pemeliharaan lingkungan, termasuk untuk tahun-tahun mendatang. Dengan demikian kinerja lingkungan akan terus diperbaiki dari tahun ke tahun untuk mencapai tingkat kepatuhan yang maksimal, sehingga dampak lingkungan kami dapat dikendalikan.

Kami melaksanakan pemantauan kinerja lingkungan secara internal untuk mengukur pencapaian tujuan dan sasaran lingkungan, meliputi pemantauan parameter kunci terhadap pemenuhan baku mutu lingkungan, audit, inspeksi, dan pengamatan visual. Frekuensi dan lokasi pemantauan yang terkait dengan parameter kunci diatur dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).


Apa Yang Telah Kami Lakukan (output)


Di dalam Laporan ini dengan bangga kami sampaikan beberapa upaya Bakrieland dalam melestarikan tumbuh-tumbuhan:
• Di KNR, kami mengalokasikan area seluas 30Ha untuk konservasi hutan bakau.
• Pada tahun 2011, di berbagai wilayah yang luasnya mencapai 16.268 Ha, Bakrieland telah menanam 91.379 pohon dan 106 pot tanaman yang terdiri dari sekitar 100 spesies pohon serta 42 spesies semak-semak dan rerumputan, termasuk di antaranya pohon-pohon yang memiliki daya serap gas CO2 seperti pohon Trembesi, Sengon, dan Mahoni.
• Di fasilitas pembibitan NBR, kami telah mengembangbiakkan 29 spesies tanaman yang berasal dari Bali, dengan jumlah populasi sebanyak 110 pohon.

Saat kami melestarikan puspa, secara tidak langsung kami juga melestarikan satwa atau binatang-binatang yang ada di wilayah Bakrieland. Hutan bakau di KNR telah menjadi habitat alami bagi lebih dari 100 spesies burung yang termasuk burung langka Blekok Asia (Limnodrumus Semipalmatus). Jenis burung ini termasuk dalam Daftar Merah (Red List) yang dikeluarkan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) sebagai spesies yang ‘Hampir Terancam’ karena jumlah populasinya terus menurun akibat semakin berkurangnya jumlah hutan bakau, yang adalah habitatnya.

Taman edukasi dan rekreasi kami, The Jungle di Bogor memelihara 160 burung dari 33 spesies dan 91 ikan dari 20 spesies. Selain itu di BNR, kami memiliki 33 ekor rusa di tempat penangkaran.

Dalam seluruh proyek konstruksi yang kami lakukan, kami selalu berupaya untuk menggunakan material yang ramah lingkungan. Misalnya untuk pembangunan hunian di BNR dilakukan dengan meminimalisir penggunaan material kayu.
Kami memastikan, bilamana material kayu digunakan, material tersebut harus dipastikan diperoleh dengan cara yang ramah lingkungan dan mendukung usaha kami menuju keberlanjutan. 920 unit perabotan kayu yang digunakan di Lido Lakes Resort & Confrence (LLRC) berasal dari material kayu bersertifikat.

Sebagai monumen dari usaha pengelolaan limbah yang dilakukan Bakrieland, lapisan luar (façade) dari Galeri Epicentrum Walk di area RE dibuat dari 8.000 botol bekas dan tetap mempertahankan aspek estetika bangunan.

Lebih dari itu, komitmen kami dalam menerapkan pengelolaan limbah turut kami wujudkan dalam bentuk pengolahan 62.113 kg sampah organik dan rumah tangga untuk menjadi kompos dan digunakan sebagai pupuk.

Limbah (sampah) yang berasal dari kawasan hunian maupun hotel, kami salurkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang telah ditentukan. Sebelum sampah kami salurkan ke lokasi TPA, kami telah melakukan proses pemilahan sampah. Contohnya di kawasan RE, kami melakukan pemilahan sampah menjadi sampah umum (general waste), sampah kertas (paper waste), sampah plastik (plastic waste) dan sampah logam (metal waste). Selain itu untuk di kawasan hunian, limbah sampah kami pisahkan antara sampah basah dan sampah kering.

Bakrieland juga berhasil mengurangi penggunaan gelas plastik sebanyak 57.600 gelas dengan melaksanakan program ‘Bawa Botolmu Sendiri’ di Elite Club Rasuna sejak program ini diluncurkan di tanggal 1 Mei 2011.



Dampak Yang Kami Hasilkan (impact)


Vegetasi dan Penyerapan CO2

Kami juga menyadari penggunaan energi Bakrieland menyebabkan emisi gas karbon dioksida (CO2) yang dapat menimbulkan efek rumah kaca (greenhouse gas effect) sehingga menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim. Berdasarkan total penggunaan energi Bakrieland untuk operasional kami, total emisi CO2 kami tahun 2011 adalah sebesar 21.036 ton.

Untuk mengimbangi emisi gas CO2 yang kami hasilkan, Bakrieland memastikan seluruh RTH dan area lansekap di masing-masing proyek kami ditanami dengan berbagai vegetasi yang memiliki daya serap CO2 tinggi, seperti pohon Trembesi, Sengon, dan Mahoni. Sampai dengan tahun 2011, Bakrieland memiliki 2.940 pohon Trembesi, 44.114 pohon Sengon, 823 pohon Mahoni, serta 12.377 pohon dari 100 spesies pohon yang beraneka ragam. Selain pepohonan, Bakrieland juga mempertahankan vegetasi hijau berupa sawah, semak-semak, rerumputan dan hutan bakau. Kami melestarikan 30 Ha area konservasi hutan bakau di KNR, 15 Ha sawah di NBR, dan area hijau seluas 16.050 Ha sepanjang ruas tol Kanci-Pejagan. Lahan yang kami alokasikan untuk vegetasi ini tersebar di seluruh proyek properti kami dengan total luas mencapai 16.268 Ha yang seluruhnya mampu menyerap 284.880 ton gas CO2 per tahun.

Penerapan Konsep Hemat Energi

Kami menyadari bahwa sebagai sebuah perusahaan, Bakrieland menggunakan banyak energi. Untuk itu, kami melakukan pencatatan penggunaan energi yang akan digunakan sebagai dasar perbaikan dan program inisiatif efisiensi konsumsi energi di masa mendatang. Total penggunaan listrik tahun 2011 di Bakrieland adalah 21.587.227 KWH. Listrik yang kami gunakan seluruhnya dipasok oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sumber energi lain yang kami gunakan selama tahun 2011 adalah bahan bakar minyak (BBM), yaitu bensin sebanyak 30.840 liter dan solar sebanyak 554.294 liter. Selain itu, 1.041.503 kg gas LPG digunakan untuk memenuhi kebutuhan di unit Hotels & Resorts Bakrieland.

Oleh karena itu, Bakrieland mendorong pemanfaatan yang lebih baik dari listrik atau sumber energi yang lebih bersih. Contoh penerapan program hemat energi pada beberapa proyek kami, diantaranya adalah:
• Penggunaan façade di Bakrie Tower yang
bertujuan untuk mereduksi panas sampai dengan 80% sehingga mengurangi kebutuhan energi untuk pendingin ruangan.
• Kantor Bakrie Toll Road di area Kanci-Pejagan
menggunakan rancangan konsep ramah lingkungan (Green Architecture), antara lain dalam konstruksi atapnya yang sengaja dirancang leluasa untuk masuknya cahaya matahari sehingga membantu penghematan energi.
• Kawasan Sentra Timur Residence (STR)
menggunakan sistem ventilasi silang sehingga juga membantu upaya penghematan energi.
• LLRC dan NBR menerapkan konsep terbuka
untuk seluruh area publik di kawasan hotel sehingga tidak dibutuhkan pendingin ruangan dan penerangan di pagi dan siang hari.

Pengelolaan Penggunaan Air

Selain energi, kami juga menggunakan banyak air dalam kegiatan operasional. Total penggunaan air Bakrieland di tahun 2011 adalah sebanyak 909.022 m3. Dari jumlah ini, sebanyak 162.385 m3 digunakan kembali untuk berbagai keperluan operasional. Secara prinsip, kami ingin mengurangi penggunaan air secara berlebihan, menggunakan kembali air hasil buangan yang telah diolah dan mencegah pencemaran air ke saluran-saluran air bersih. Sebagai contoh, sistem daur ulang air yang kami gunakan untuk keperluan pembersihan umum di semua lokasi kerja baik di unit usaha City Property, Landed Residential, Hotels & Resorts, Property-related Infrastructure, maupun di kantor pusat.

Untuk lebih mendukung efisiensi pemakaian air, kami menerapkan strategi penampungan air hujan untuk selanjutnya didaur ulang dan dimanfaatkan untuk penyiraman berbagai fasilitas umum di kawasan hunian dan hotel.

Menyatu Dengan Proses Kerja

Oleh karena BGG telah diletakkan sebagai program inti perusahaan untuk penerapan keberlanjutan, sikap pelestarian lingkungan juga harus menjadi bagian tidak terpisahkan dari proses kerja Bakrieland.

Bakrieland terus mewujudkan komitmen terhadap kelestarian lingkungan dengan menerapkan standar pengelolaan lingkungan terakreditasi, mengkaji, dan menilai penerapannya secara berkala. Kami secara khusus mengalokasikan anggaran yang memadai untuk merancang, melaksanakan dan memantau program pelestarian lingkungan. Semua ini dilakukan demi terpeliharanya keanekaragaman hayati serta terjaganya keseimbangan ekosistem dan lingkungan dari dampak negatif yang mungkin timbul dari aktivitas operasional kami.

152 jam pelatihan dengan materi terkait manajemen dampak lingkungan dan implementasi konsep green building telah diberikan kepada karyawan Bakrieland sepanjang tahun 2011 demi tercapainya komitmen pelestarian lingkungan kami.

Analisa dan rencana mitigasi serta pengelolaan lingkungan adalah salah satu persyaratan utama pada setiap pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan dimasukkan dalam Rencana Kerja Syarat (RKS) sejak proses tender.

Unit usaha City Property sudah menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004 dan saat ini sedang dalam proses sertifikasi. Dengan sistem ini, kami akan mampu mengidentifikasi dampak-dampak dari aktivitas terhadap lingkungan, kemudian menyusun dan menentukan rencana serta program mitigasinya. Berdasarkan pemikiran ini, kami berkomitmen untuk tidak hanya patuh kepada hukum, namun turut memberikan nilai tambah melalui perilaku ramah lingkungan. Inilah yang kami sebut sebagai Green Attitude.

Sepanjang 2011, kami tidak mencatat ketidakpatuhan terhadap persyaratan hukum terkait konstruksi bangunan. Terlebih jauh, kami juga proaktif dalam mengajak dan melibatkan para mitra kerja kami, seperti arsitek, kontraktor, desainer, engineers dan surveyor untuk berperilaku aman dan menerapkan konsep desain yang ramah lingkungan.