Commissioner Message:

Setiap orang yang berada di kelompok usaha Bakrie pasti sering mendengar tentang Trimatra Bakrie yaitu “KeIndonesiaan, Kemanfaatan dan Kebersamaan”. Kesatuan dari ketiga nilai dasar ini adalah landasan untuk menjalankan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) bagi perusahaan-perusahaan di kelompok usaha Bakrie, termasuk Bakrieland.

Di tahun 2007, Bakrieland telah meluncurkan konsep “Dream, Design, Deliver” yang kami percaya sebagai bentuk makro dari konsep keberlanjutan perusahaan ini. Bagi kami, konsep keberlanjutan harus dimulai dengan “Dream” (Aspirasi) sebelum diterjemahkan menjadi “Design” (Perencanaan), dan akhirnya sampai pada “Deliver” (Realisasi).

Namun penerapan keberlanjutan dalam semua aktivitas bisnis Bakrieland adalah sebuah perjalanan yang terus diisi dengan proses perbaikan dan pembaharuan. Sebab setiap jaman selalu ada tuntutan dan tantangan baru. Menyadari bahwa “Dream, Design, Deliver” masih sangat makro, kami meluncurkan program “Bakrieland Goes Green”. Pada awalnya inisiatif ini memang berangkat dari konsep Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau lebih dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR), namun Bakrieland menyadari bahwa bila kita bercita-cita ingin mewujudkan suatu usaha yang keberlanjutan, maka “Bakrieland Goes Green” harus menjadi program inti.

Untuk menerjemahkan BGG ke tataran pelaksanaan memang tidak mudah, namun jajaran komisaris dan direksi Bakrieland akan terus bersama-sama berupaya agar seluruh aktivitas yang dilakukan bisa terlaksana sesuai dengan praktik usaha yang sehat, aman, turut melestarikan lingkungan sekitar dan tentunya memberikan manfaat lebih bagi khalayak luas. Sebab kami ingin memenuhi amanah dari Bapak H. Achmad Bakrie yaitu “Setiap Rupiah yang dihasilkan oleh Bakrie harus dapat bermanfaat bagi banyak orang”.

CEO Message:

Setelah awal perjalanan yang penuh tantangan akhirnya terbit juga Sustainability Report/Laporan Berkelanjutan pertama Bakrieland. Ungkapan pendiri Kelompok Usaha Bakrie, Bapak Achmad Bakrie, dan konsep Trimatra Bakrie sebagaimana telah dijelaskan di atas, kami percaya keduanya adalah embrio pemikiran keberlanjutan di kelompok usaha Bakrie, termasuk kami, Bakrieland.

Tugas kami sekarang adalah bagaimana menerjemahkan pemikiran Bapak Achmad Bakrie menjadi konsep keberlanjutan yang dapat diterapkan di tengah modernisasi dan perkembangan bisnis. Setelah melalui proses penggalian dan beberapa pembaharuan, tibalah kami pada konsep “Bakrieland Goes Green” (BGG). Dengan penerapan konsep BGG menjadi sebuah program inti, kami ingin menjadi perusahaan pengembang properti dan infrastruktur yang mampu memberikan produk properti terbaik yang tidak hanya unggul dari segi kualitas dan estetika, tapi juga memilki nilai kepedulian sosial dan ramah lingkungan.

Harus kami akui bahwa metode pengukuran kinerja keberlanjutan Bakrieland saat ini masih lebih pada tingkatan kualitatif dan masih harus lebih komprehensif mencakup seluruh operasional dan aktivitas kami. Tantangan kami saat ini adalah melakukan pengukuran kuantitatif, khususnya pengukuran carbon foot-printing, penggunaan energi, pengelolaan limbah, dan penggunaan air yang komprehensif dan mencakup seluruh unit usaha dan proyek properti kami.

Perjalanan kami ke depan adalah bagaimana mengidentifikasi, menerapkan, dan terus memperbaiki metode pengukuran dan pencatatan kuantitatif yang dapat kami gunakan untuk memantau penerapan konsep keberlanjutan di proyek properti di setiap unit usaha Bakrieland. Wujud dari komitmen kami tersebut dituangkan dalam Commitment Card Bakrieland yang kami cantumkan di bagian awal laporan ini. Di dalamnya kami mencoba menunjukkan bagaimana BGG yang terdiri dari “Green Attitude”, “Green Achitecture” dan “Green Operation” diterjemahkan dalam tataran penerapan. Apa yang tertuang dalam Commitment Card kami akan dilaksanakan secara proporsional dan ditinjau secara berkala di unit-unit usaha Bakrieland.